teknik perawatan mesin perkakas

Memuat...

Selasa, 01 November 2011

Pemanfaatan Keramba Jaring Apung di Sungai Kapuas Untuk Budidaya Ikan Nila dan Ikan Mas Dalam Membantu Meningkatkan Pendapatan Nelayan.


A.    JUDUL PROGRAM
Judul program kreativitas dalam bidang sosial ekonomi yang diangkat adalah Pemanfaatan Keramba Jaring Apung di Sungai Kapuas Untuk Budidaya Ikan Nila dan Ikan Mas Dalam Membantu Meningkatkan Pendapatan Nelayan.

B.     LATAR BELAKANG MASALAH
Saat ini permintaan akan ikan air tawar naik cukup tinggi untuk kebutuhan domestik & luar negeri.Untuk kebutuhan domestic saja sudah kewalahan,hal ini dikarenakan hasil ikan laut tidak bisa dipastikan hasilnya karena pengaruh dari cuaca dan kondisi laut sekarang yang sudah tercemar sehingga sulit untuk   mendapatkan tangkapan ikan,sedangkan permintaan akan ikan terus meningkat.
Salah satu alternatif untuk memenuhi pasar adalah budidaya ikan air tawar dimana hasilnya juga bisa di pastikan hanya saja peternak masih sedikit yang membudiyakan ikan air tawar. Budidaya ikan tawar diantaranya: budidaya ikan nila hitam/merah, ikan patin, ikan mas, dan lain-lain. Faktor lain yang memegang peranan penting atas prospek ikan nila dan mas adalah rasa dagingnya yang khas dengan kandungan omega pada patin dan gizi yang cukup tinggi, sehingga sering dijadikan sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapat, serta memiliki harga jual yang terjangkau oleh masyarakat. Prospek pengembangan budidaya ikan nila dan mas, juga diperkirakan memiliki peluang yang sama baiknya dengan pengembangan jenis ikan konsumsi lainnya.
Oleh karena kepopulerannya itu membuat ikan nila dan mas memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan. Apabila ditinjau dari segi pertumbuhan, ikan nila dan mas merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tubuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Ikan nila dan mas merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di kalangan masyarakat.
Ikan nila dan ikan mas produktif apabila dipelihara di berbagai lahan, bukan hanya dipelihara di kolam tetapi juga dipelihara di Karamba Jaring Apung (KJA) yang berada di perairan umum seperti waduk, sungai dan danau. Seperti halnya ikan nila hal ini karena ikan nila memiliki batasan toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan perairan. Ikan nila yang masih berukuran kecil pada umumnya lebih tahan terhadap perubahan lingkungan, dibandingkan dengan ikan nila yang berukuran besar. Seperti hal nya di sungai Kapuas – Pontianak  banyak pembudidaya ikan air tawar untuk membudidayakan ikan nila dan emas, dimana sungai Kapuas ini sangat cocok untuk pembudidayaan ikan nila dan ikan mas.

C.    PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan kondisi yang dijelaskan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana pengaruh penggunaan KJA Ganda terhadap aspek ekonomi pada nelayan.
2.      Bagaimana potensi pengembangan  proyek usaha budidaya ikan dalam KJA untuk meningkatkan pendapatan daerah.

D.    TUJUAN
Tujuan pembiayaan adalah untuk pengembangan usaha pembesaran ikan nila & patin untuk dapat memaksimalkan produksi serta peluang yang ada yang selama ini sudah berjalan.
Manfaat yang diperoleh diantaranya :
·         Peluang pasar yang luas dan  dengan harga relative stabil.
·         Waktu produksi yang relative cepat sehingga menghasilkan keuntungan yang memuaskan.
·         Untuk membantu meningkatkan perekonimian para nelayan dan pendapatan daerah.



E.   LUARAN YANG DIHARAPKAN
1.      Terciptanya peluang usaha mandiri yang bergerak di bidang pembudidayaan ikan nila dan mas.
2.      Tumbuhnya jiwa kewirausahaan dan kreatifitas mahasiswa yang mandiri.
3.      Memenuhi permintaan pasar domestic maupun luar negeri.
4.      Memperoleh profit yang sebesar-besarnya dari hasil penjualan.
5.      Memproduksi ikan nila dan mas segar yang siap dipasarkan kepada konsumen.

F.     KEGUNAAN
            `Kegunaan yang akan diperoleh dari kegiantan ini antara lain dapat mnciptakan usaha lapangan pekerjaan baru, menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja sebagai pekerjaan tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan dapat mengurangi jumlah penganguran.

G.    GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
1.  Potensi yang di miliki
      Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian barat pulau Kalimantan. Sama halnya dengan provinsi Kalimantan lainnya, provinsi ini pun memiliki potensi pengembangan perikanan budidaya utamanya air tawar disamping potensi perikanan budidaya laut dan potensi perikanan budidaya air payaunya.
Provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia ini, pada tahun 2009 produksi perikanan budidayanya telah mencapai 15.204,78 ton yang meningkat sebesar 7,37 persen dari tahun 2008 yaitu sebesar 14.161,44 ton. Komoditas unggulan untuk provinsi ini adalah ikan mas, nila, lele, bandeng, dan udang vannamei. Pada tahun 2009 produksi kelima komoditas tersebut menyumbang sebagian besar total produksi perikanan budidaya provinsi Kalimantan Barat.
Sungai kapuas yang menjadi ikon provinsi Kalimantan barat disamping tugu khatulistiwa menyimpan potensi pengembangan budidaya perairan tawar. Sepanjang sungai kapuas saat ini telah berkembangan banyak kelompok pembudidaya yang membudidayakan ikan mas dan ikan nila menggunakan media karamba jaring apung dan karamba jaring tancap. Komoditas yang sering dan dapat dikembangkan disini adalah ikan mas, ikan nila ,ikan patin,,ikan gurame, ikan lele, jelawat dan toman. Peluang untuk pengembangan budidaya karamba jaring apung dan jaring tancap masih terbuka lebar.
2. Peluang pasar dan analisa biaya
Ikan nila dan mas mempunyai nilai gizi yang tinggi terutama kandungan protein, rasanya yang gurih dan nikmat sehingga banyak digemari setiap lapisan masyarakat. Ikan nila yang akan diproduksi dapat dipasarkan langsung pada konsumen, rumah-rumah makan, para pengumpul ikan. Tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk ikan segar, ikan nila dan mas juga dapat dibuat berbagai macam  bentuk olahan, berupa fillet segar, fillet beku ataupun surimi yang memiliki potensi yang cukup besar di pasar internasional.
Suatu usaha akan kehilangan daya tariknya bila usaha itu tidak menjanjikan keuntungan. Untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan didapat dari usaha yang dilakukan maka di perlukan analisa usaha. Analisa biaya dalam kegiatan usaha budidaya ikan nila dan mas  pada Keramba Jaring Apung (KJA) dengan ukuran 2×3 m, 1 unit keramba akan ditebar 1.500 benih ikan dan akan dibangun 2 unit keramba. Maka berikut analisanya.
Ukuran panen ikan nila dan mas rata-rata 350 gram selama masa pemeliharaan 3 bulan, dengan tingkat kelangsungan hidup 85%. Maka jumlah produksi 2 x 1.500 ekor x 350 gram x 85% = 892500 gram / 892,5 kg. Harga ikan nila dan mas rata-rata di pasaran perkilogramnya Rp.20.000,-, maka pendapatan kotor diperoleh 892,5 kg x Rp.20.000,- = Rp.17.850.000,-



a.       Biaya Investasi
- 2 Unit Keramba jaring tancap @ Rp. 750.000,-       =Rp.1.800.000,-
- Peralatan                                                                    = Rp.   450.000,-   +
Jumlah Biaya Investasi                                             = Rp.2.250.000,-

b. Biaya operasional
- Penyusutan Keramba 15% x Rp. 1.800.000,-            = Rp.    270.000,-
- Penyusutan Peralatan 10% x Rp.    600.000,-            = Rp.      45.000,-
- Obat-obatan dan bahan kimia                                     = Rp.    400.000,-
- Benih ikan nila 1500 ekor x Rp.600,-                         = Rp.    900.000,-
- Benih ikan mas 1500 ekor x Rp.800                          = Rp. 1.200.000,-
- Pakan                                                                                     
Ikan nila 400 kg x Rp 6.000                           = Rp. 2.400.000,-
              Ikan mas 400 kg x Rp 6.500                           = Rp. 2.600.000,-  +
Jumlah Biaya Operasional                                          = Rp. 7.815.000,-

c. Keuntungan operasional
Pendapatan – Biaya Operasional =  Keuntungan operasional
Rp. 17.850.000,- – Rp. 7.815.000,-  =   Rp. 10.035.000,-
d. Break Ovent Point (BEP)
BEP Produksi       = Biaya operasional : Harga jual/kg
Rp. 7.815.000,- :   Rp. 20.000,- / kg = 390,75 kg
Artinya, titik balik modal akan tercapai apabila jumlah produksi ikan nila sebesar 390,75 kg.
BEP Harga            = Biaya Operasional : Total Produksi
Rp. 7.815.000,- :  892,5 kg  = Rp. 8756,-/kg
Artinya, titik balik modal akan tercapai apabila harga produksi ikan nila sebesar Rp. 8756,-/kg.
e. Benefit Cost Ratio (B/C)
B/C ratio = Pendapatan : Biaya Operasional
Rp.17.850.000,- : 7.815.000,- = 2,78 %
Nilai B/C ratio sebesar 2,78 menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan nila sangat layak dilakukan. Dari setiap Rp. 1,- akan diperoleh keuntungan Rp. 2,78,-.
 f. Pengembalian Modal
Pengembalian Modal    = Biaya Operasional : Keuntungan Operasional
=      Rp. 7.815.000,- :       Rp. 10.035.000,-        =  0,77
Artinya, modal yang dikeluarkan pada usaha budidaya ikan nila ini dapat    dikembalikan dalam waktu 0,77 kali periode.

H.    METODE PELAKSANAAN

1.      Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Usaha ini akan dilakukan di tepian sungai Kapuas kota Pontianak , Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai bulan Februari 2012.


2.      Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam usaha ini antara lain, benih ikan nila dan mas ukuran 5 cm, pakan ikan, obat-obatan. Sedangkan alat yang diperlukan adalah waring (jaring), kayu (papan), batu pemberat, ember, serokan, timbangan, kantong plastik, tali dan paku
3.      Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi untuk usaha budidaya ikan perlu dipertimbangkan agar usaha yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan dapat berkesinambungan. Tidak semua sungai dapat dijadikan tempat usaha budidaya dalam keramba jaring Apung (KJA). Aspek teknis seperti kondisi perairan (sungai) dan kualitas air sangat berperan penting bagi pertumbuhan ikan yang akan dipelihara. Selain aspek teknis, aspek sosial ekonomi juga  harus diperhatikan meliputi prasarana jalan, keamanan, mudah mendapatkan tenaga kerja, dekat dengan daerah pengembangan budidaya ikan dan pemasaran.
4.      Tahap pengerjaan awal
Setelah bahan-bahan siap, maka tahap pengerjaan awal membangun keramba bisa dimulai dengan menggunakan bahan-bahan tersebut.
5.      Teknik Budidaya
Budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) yang harus pertama kali diperhatikan adalah debit air dan arus air pada sungai tersebut, pemilihan tempat untuk Keramba Jaring Apung (KJA) harus memilih tempat yang susah untuk mengalami kekeringan air. Peletakan Keramba Jaring Apung (KJA) didaerah yang berarus kecil dan dalam dengan kedalaman ideal untuk Keramba Jaring Apung (KJA) adalah 60-70 cm. Apabila Keramba Jaring Apung  sudah dibuat maka dilakukan teknik budidaya yang  meliputi :
a.       Penebaran benih ikan nila gift kedalam wadah budidaya. Penebaran benih ikan sebaiknya pada pagi atau sore hari saat kondisi perairan tidak terlalu panas agar ikan tidak stres. Sebelum ikan ditebarkan perlu dilakukan aklimatisasi atau penyesuaian kondisi lingkungan sekitar. Caranya ialah  ikan dalam kantong plastik (wadah pengangkutan) dibiarkan terapung dalam perairan sekitar 2-4 menit, kemudian secara bertahap air perairan sedikit demi sedikit dimasukkan kedalam wadah pengangkutan. Bila kondisi air dalam wadah pengangkutan dengan air perairan sudah sesuai (sama), maka ikan-ikan yang ada dalam wadah pengangkutan biasanya akan keluar dengan sendirinya.
b.      Pemberian pakan. Masa pemeliharaan ikan selama 3 bulan, pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pellet yang banyak tersedia di pasaran. Selain pakan berupa pellet, pakan tambahan lainnya dapat juga diberikan seperti tanaman air dan daun-daunan. Bulan pertama pemeliharaan, setiap hari pakan diberikan sebanyak 4% dari berat total ikan yang dipelihara. Bulan kedua jumlah pellet dikurangi menjadi 3,5% dan bulan ketiga pemeliharaan maka setiap harinya pakan yang diberikan adalah 3% dari berat total ikan. Agar jumlah pakan yang diberikan dapat ditentukan maka setiap 7-10 hari sekali dilakukan sampling untuk menentukan berat ikan. Pakan diberikan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit sesuai dengan nafsu makan ikan.
c.       Pengendalian hama dan penyakit ikan. Selama pemeliharaan, kesehatan ikan selalu diamati agar dapat melakukan penaggulangan sedini mungkin. Hama ikan dapat berupa hama perusak, pesaing dan pemangsa yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan sehingga menurunkan jumlah produksi. Hama tersebut dapat dibasmi secara kimia (menggunakan obat-obatan), biologi (menekan pertumbuhannya dengan memasukkan hewan predator) maupun menangkap hama secara langsung. Apabila ditemui tanda-tanda serangan penyakit, maka segera dilakukan diagnostik dan pengobatan serta memisahkan atau membuang ikan yang terserang agar tidak menginfeksi  ikan yang sehat. Kebersihan keramba harus selalu tetap terjaga dan selalu melakukan pengontrolan terhadap jaring karena dikhawatirkan ada yang bocor.

6.      Pemanenan dan Pemasaran
Pemenenan ikan dilakukan apabila masa pemeliharaan sudah mencapai 3 bulan, dilakukan dengan cara mempersempit ruang gerak ikan di dalam kantong keramba. Hal ini dilakukan dengan cara salah satu sisi kantong jaring dengan sisi lainnya dirapatkan. Dengan cara ini ikan-ikan yang akan ditangkap tergiring dan terkumpul di satu tempat sehingga mudah dipanen. Ikan-ikan yang sudah terkumpul diambil menggunakan serokan dan dimasukkan kedalam wadah. Ikan yang telah dipanen akan dipasarkan dalam bentuk ikan hidup dan segar  ke rumah-rumah makan, pasar ikan tradisional, para pengumpul ikan dan langsung kekonsumen.

I.       JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Kegiatan/ bulan
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V

1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pembuatan proposal




















Persiapan peralatan dan bahan




















Pembuatan Keramba Jaring Apung (KJA)




















Penebaran benih ikan




















 Pembesaran ikan




















Pemenenan




















Pemasaran




















Pengumpulan dan analisis data




















Pembuatan draf laporan dan seminar intern




















Pengiriman laporan





















J.         RANCANGAN BIAYA
Perincian angaran biaya untuk program ini, yaitu:
No
Komponen biaya
Satuan
Jumlah fisik
Hraga
per Satuan
Rp
Jumlah biaya
Rp
1
Drum fiber/plastic
Buah
6
150.000,-
900.000,-
2
Jaring
Kilo
15
25.000,-
375.000,-
3
Kayu
Batang
14
25.000,-
350.000,-
4
Tali jahit nilon
Gulung
3
15.000,-
45.000,-
5
Baut/mur
Buah
21
4.000,-
84.000,-
6
Paku
Kg
4
15.000,-
60.000,-
7
Peralatan budidaya



450.000,-
8
Benih  ikan nila
Ekor
1500
600,-
900.000,-
9
Benih ikan mas
Ekor
1500
800,-
1.200.000,-
10
Pakan ikan nila
(pellet CP 189 no 2)
kg
400
6.000,-
2.400.000,-
11
Pakan ikan mas
( pellet bintang 888)
kg
400
6.500,-
2.600.000,-
12
Obat obatan dan bahan kimia
Paket
1
400.000,-
400.000,-
13
Lain-lain



200.000,-
Total biaya
=  9.964.000,-
K.    LAMPIRAN
1.      Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana    
a.       Ketua
D a t a  P r i b a d i :
Nama
:
 Budi Zakwan
Alamat
:
Jalan Tanjung Raya 1 Gg Stabil RT 006 RW 011 Pontianak Timur 78235
Tanggal Lahir
:
23 September 1990
Tempat Lahir
:
Bogor
Agama
:
Islam
Jenis Kelamin
:
Laki-laki
Status
:
Single / Lajang
Kebangsaan
:
Indonesia
No HP
:
+6285750683966
Email
:
L a t a r  B e l a k a n g   P e n d i d i k a n :
Sekolah
Tempat
Periode
Sekolah Dasar
:
SD N 05 Pontianak
1997 – 2003
Sekolah Menengah Pertama
:
Mts HARUNIYAH Pontianak
2003 – 2006
Sekolah Menengah Umum
:
SMA N 6 Pontianak
2006 – 2009
Perguruan Tinggi
:
POLNEP
2009–sekarang
P e n g a l a m a n   O r g a n i s a si  :
Spesifikasi
Tempat
Periode
Angota OSIS
SMA N 06 Pontianak
2008 – 2009
Angota Taikondo
POLNEP
2010 – Sekarang




b.      Anggota 1
D a t a  P r i b a d i :
Nama
:
SARJONO
Alamat
:
Jl. Imam Bonjol
Tanggal Lahir
:
02 februari 1987
Tempat Lahir
:
Ella Hulu
Agama
:
Islam
Jenis Kelamin
:
Laki –laki
Status
:
Single / Lajang
Kebangsaan
:
Indonesia
No HP
:
085750882557
Email
:
Joe.arjoe@yahoo.com
L a t a r  B e l a k a n g   P e n d i d i k a n :
Sekolah
Tempat
Periode
Sekolah Dasar
:
        SDN 03 Ella Hulu                                                                                                              lulus tahun                                                 200
1993-2000
Sekolah Menengah Pertama
:
SMP Terbuka Menukung
2000-2003
Sekolah Menengah Umum
:
SMK Muhamadiyah Sintang
2003-2006
Perguruan Tinggi
:
POLNEP
2009-sekarang


P e n g a l a m a n   O r g a n i s a si  :
Spesifikasi
Tempat
Periode
Anggota HMJ MESIN             tahun 2004-2005
POLNEP
2009-sekarang
Anggota UKM TAEKWONDO
POLNEP
2009





c.       Anggota 2
D a t a  P r i b a d i :
Nama
:
Wahyu Sudrajat
Alamat
:
Jln. Kesehatan gg. Sumber agung 2 No. 56
Tanggal Lahir
:
24 September 1990
Tempat Lahir
:
Pontianak
Agama
:
Islam
Jenis Kelamin
:
  Laki-laki
Status
:
Single / Lajang
Kebangsaan
:
Indonesia
No HP

085750166390
Email
:
L a t a r  B e l a k a n g   P e n d i d i k a n :
Sekolah
Tempat
Periode
Sekolah Dasar
:
SDN 31 Pontianak

1997-2003

Sekolah Menengah Pertama
:
MTs N 1 Pontianak

2003-2006

Sekolah Menengah Umum
:
SMKN 4 Pontianak

2006-2009
Perguruan Tinggi
:
Politeknik Negeri Pontianak
2009-sekarang
P e n g a l a m a n   O r g a n i s a si  :
Spesifikasi
Tempat
Periode
Anggota PKS
MTSN 1 Pontianak
2003-2005
Anggota OSIS
SMKN 4 Pontianak
2007-2008






2.      Nama dan Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar               : Sutrisno Idris,ST,MT
b. Golongan Pangkat dan NIP                        :  IV B/196412061990031001
c. Jabatan Fungsional                          : Lektor Kepala
d. Jabatan Struktural                           :  -
e. Fakultas/Program Studi                   : Teknik Mesin
f. Perguruan Tinggi                             : Politeknik Negeri Pontianak
g. Bidang Keahlian                             : Teknik Mesin
h. Waktu untuk kegiatan PKM           : 4 jam per-minggu

3.      Peta lokasi
Peta Kalimantan Barat